Pentingnya penanaman sikap tawasuth pada generasi Z

Pentingnya penanaman sikap Tawasuth pada generasi Z.

 

Generasi Z merupakan generasi dari tahun 1995-2010, Dimana sekarang generasi ini sedang di tempa sedemikian rupa agar mampu menjadi generasi yang unggul di masa depan. Salah satu karakteristik dari Generasi Z adalah mahir teknologi dan suka berkomunikasi. Generasi Z dapat berkomunikasi dengan semua kalangan bahkan dari penjuru dunia melalui sosial media. hal ini tentunya terdapat dampak baik dan buruk.  Dan salah satu dampak buruknya generasi Z mudah untuk terbawa paham ekstrim dari sosial media.

Tidak dapat di pungkiri betapa canggihnya vitur media sosial, kita bisa berinteraksi dengan orang yang jauh, orang baru, dan dari semua kalangan usia. Dan generasi Z merupakan pengguna paling banyak. Selain itu, kita juga dengan mudah dapat mengakses informasi serta ilmu ilmu baru. Tak terkecuali ilmu agama islam, sekarang banyak di jumpai akun akun yang menyajikan konten dakwah islami, mulai dari motivasi beribadah, ilmu keislaman, bahkan sampai amalan amalan. Hal ini menimbulkan banyaknya pro dan kontra, karena setelah di telisik lebih jauh oleh para ahli agama islam, banyak di temukan akun  yang menyebarkan ilmu bahkan pemahaman yang cukup ekstrim. Akun semacam itu biasanya  menyebarkan pemahaman radikal dengan konsep postingannya yaitu menyalah kan suatu hukum yang di jalankan mayoritas orang islam.

Hal ini mulai menjadi keresahan tersendiri di zaman sekarang. Bagaimana tidak, rata rata orang yang membaca postingan dari akun  semacam itu merupakan orang awam yang notabenya belum memiliki pemahaman yang cukup mengenai islam dan ajaran nya.

Sebagai generasi Z seharusnya bisa pandai menjaga diri agar tidak terpengaruh oleh paham radikalisme. Sebab para penganut islam radikal biasanya mengincar para anak muda untuk mengikuti jejaknya, di karenakan anak muda jaman sekarang masih minim dalam pengetahuan paham agama. Sebagaimana yang di katakan  Mantan Menteri Negara Riset dan Teknologi, Muhammad AS Hikam “Kenapa anak muda jadi sasaran menarik? Pertama karena anak muda terpikat oleh etos perjuangan melawan kebobrokan, penindasan pada lantaran lokal, nasional maupun global, biasanya yang tertarik mereka yang baru belajar agama atau mualaf, jadi cenderung orang yang baru masuk Islam ingin menunjukkan dia lebih Islam dari siapa saja, untuk itu dia ingin menunjukkan,”

Oleh sebab itulah perlunya di tanamkan pemahaman sikap tawasuth pada generasi Z.  At-tawassuth atau sikap tengah-tengah, sedang-sedang, tidak ekstrim kiri ataupun ekstrim kanan.  Tawassuth merupakan sikap seseorang yang moderat atau berada di tengah-tengah, tidak terlalu bebas juga tidak keras dalam berprinsip, sehingga sikap ini yang mudah diterima oleh seluruh lapisan yang ada pada masyarakat.

Penanaman sikap tawasuth pada generasi Z seharusnya di lakukan sejak masih duduk di bangku sekolah. Sebab pada masa Kuliah pasti akan bertemu dengan orang serta lingkungan baru yang mana pasti di temukan beberapa orang yang memiliki niat untuk mengikuti aliran atau pemahamannya.

Lalu bagaiman cara untuk mengimplementasikan sikap tawasuth?  Berikut Implementasi khittah NU tentang konsep at-Tawasuth ahlus sunnah wal jamaah dalam membangun karakter anak secara garis besar meliputi:

  1. Pada bidang Akidah.

Keseimbangan dalam penggunaan dalil ‘aqli dan dalil naqli. Dengan pengertian dalil aqli ditempatkan dibawah dalil naqli. NU mengenal hirarki sumber ajaran Islam sebagaimana dilakukan oleh mayoritas umat Islam, yaitu mulai Al-Quran, sunnah, ij’ma’ (kesepakatan jumhur ulama’), dan qiyas (pengambilan hukum melalui analogi tertentu.

  1. Pada Bidang Akhlak.

Ahlussunnah wal Jamaah berupaya untuk membimbing manusia dalam mencapai derajat keikhlasan. dan dasar yang paling penting diajarkan kepada anak adalah tauhid. Selain itu untuk menciptakan suatu kehidupan yang baik harus selalu berlaku seimbang dalam urusan hablun min Alla) dan hablun min al-nasatau nilai tauhidiyan dan nilai insaniyah.

  1. Pada Bidang Pergaulan antar golongan

Penerapan Karakter at-tawasuth (moderat) menerapkan sikap menghargai plurarisme yang berlandaskan pada nilai-nilai plural, moderat, dan adil dalam ukhuwwah nahdliyyiah, baik ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, atau pun ukhuwah insaniyah,

  1. Pada Bidang Kebudayaan

Perilaku budaya kaum nahdliyyin adalah menempatkan kebudayaan dengan segala manifestasinya pada posisi yang wajar. Dan menyikapi kebudayaan dengan ukuran nilai atau norma-norma hukum dan ajaran agama. Sehingga akan menghasilkan sikap menghargai suatu kebudayaan dan tidak berlebih-lebihan dalam menilai budaya asing

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Referensi :

https://m.merdeka.com/jatim/pengertian-gen-z-serta-karakteristiknya-ketahui-agar-tak-keliru-kln.html?page=2

https://news.detik.com/berita/d-4184478/mantan-menteri-ini-ungkap-alasan-anak-muda-jadi-target-radikalisme#top

https://www.agpaii.org/berita-utama/sikap-tawassuth-dalam-laku-keseharian/#:~:text=Al%20Baqarah%2F2%3A143),lapisan%20yang%20ada%20pada%20masyarakat.

https://ejournal.unisnu.ac.id/JPIT/article/download/720/996

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *